Pemdes Dukuh Gelar Sosialisasi Sembako Murah

Pemdes Dukuh Gelar Sosialisasi Sembako Murah

Sosialisasi Sembako Murah di Desa Dukuh Kecamatan Ibun

Jumat, 21 Februari 2020 pemdes dukuh gelar edukasi dan sosialisasi sembako murah di aula desa dukuh dengan dihadiri oleh kepala desa, agen BNI, kasi Sosbud kecamatan, TKSK Ibun, pendamping PKH, ketua puskesos kabupaten, rw setempat serta ketua kelompok PKH.

Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) adalah bantuan sosial pangan dalam bentuk non tunai dari pemerintah yang diberikan kepada KPM setiap bulannya melalui mekanisme akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli bahan pangan di pedagang bahan pangan/e-warong yang bekerjasama dengan bank.

Dalam sambutannya Kepala Desa mendukung penuh program ini dan berharap agar program dapat berjalan lancar tanpa ada kendala. Baik itu dalam pendataan maupun dalam penyaluran.  Kasi Sosbud juga menyampaikan sejarah singkat mengenai bantuan program PKH ini. Program yang merupakan realisasi janji Presiden Joko Widodo ini menjadi program yang bagus untuk menumbuhkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat di Desa Dukuh. Dalam pelaksanaannya petugas harus berhati hati dalam membuat dan menyusun data agar tidak terjadi kesalahan dan harus tepat sasaran. Selain itu, keaktifan ketua kelompok dalam memberikan edukasi dan transparansi juga harus dilakukan.

Tksk menyampaikan jika di desa dukuh terdapat 775 kpm yang menerima bantuan  dari pemerintah. Namun hanya 700 kpm yang sudah dapat di akses, sementara 75 mengalami error . beliau berharap pada setiap pembagian, segera dilakukan pelaporan agar jika terdapat kpm yang error akan segera di proses.

Kpm diberikan kepada masyarakat yang kurang mampu, miskin dan lansia serta sudah terdaftar dalam BDT. Dalam kesempatan ini, ppkh yakni bapak ajang berpesan agar masyarakat yang sekiranya sudah mampu dan tidak termasuk ke dalam kriteria penerima pkh agar segera mengundurkan diri dari program pkh. Beliau juga menyampaikan, jika pada tahun ini ada penaikan indeks bantuan dan tambahan komoditas yang telah ditentukan. “dulu permasing masing kpm akan menerima 110.000 setiap bulannya, kini pemerintah menambahkan lagi sebesar 40.000. jadi total adalah 150.000,-. “ ucapnya.

Dalam pelaksanaannya beliau mengungkapkan bahwa program ini harus tepat sasaran, tepat harga, tepat waktu serta tepat kualitasnya. Tujuannya yakni untuk mewujudkan keluarga prasejahtera menjadi keluarga sejahtera, juga untuk membantu pencegahan stunting dengan memberkan gizi dari bahan pangan yang diberikan. Adanya penambahan indeks membuat masyarakat senang, karena dengan begitu bantuan yang diterima akan bertambah. Bantuan tersebut sesuai peraturan dialokasikan untuk membeli bahan makanan yang mengandung karbohidrat, protein hewani dan nabati serta vitamin dan mineral. Contohnya seperti beras, kacang kacangan, daging, ikan, telur, sayur dan buah buahan.

Dalam melakukan pendataan dan verivikasi, pemerintah menggandeng puskesos dalam pengerjaannya. Atep Kusman selaku ketua Puskesos Kabupaten Bandung menyebutkan jika puskesos adalah pemeran utama dalam mengolah data dan melakukan verifikasi pada setiap KPM. Nantinya setelah data ini siap dan selesai diolah maka akan diserahkan kepada pemerintah dan di proses.

Bank BNI yang merupakan mitra program ini sejak tahun 2015 melalui Himbara menunjuk agen yang nantinya akan membantu program ini. Di Dukuh terdapat 3 (tiga) agen dengan masing masing memegang 250 KPM. Dalam memberikan dukungan dan kontribusi untuk mengentaskan kemiskinan dan kualitas hidup serta  mendorong pemerataan ekonomi, bank BNI berperan aktif dengan memberikan pelayanan dengan kualitas terbaik.

Dipost Oleh KimMadani

Post Terkait

Tinggalkan Komentar